Jakarta, 24April 2026 –Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Penganugerahan Menteri kepada Unit Kerja dan Satuan Kerja Terbaik Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja unggul di berbagai bidang strategis. Dalam ajang tersebut, Biro Umum dan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) berhasil meraih Penghargaan Terbaik I kategori Unit Pengolah Arsip, menegaskan komitmen terhadap tata kelola kearsipan yang profesional, akuntabel, dan modern.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Ir. Suharti, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan tahun ini mencakup enam kategori utama, yaitu capaian Nilai Kinerja Anggaran (NKA), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), keterbukaan informasi publik, pengawasan kearsipan, pengadaan barang dan jasa terbaik, serta pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan di setiap unit kerja.
Secara kinerja, Kemendikdasmen menunjukkan tren positif. Nilai SAKIP mencapai 79,66 dengan predikat BB, sementara pada aspek keterbukaan informasi publik, 18 satuan kerja meraih predikat informatif. Dalam pengawasan kearsipan bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), capaian signifikan juga terlihat, termasuk keberhasilan Biro Umum dan PBJ sebagai unit terbaik dalam pengelolaan arsip. Pada kategori pengadaan barang dan jasa, terdapat 10 satuan kerja dan 3 unit utama dengan pengelolaan terbaik. Sementara itu, pembangunan zona integritas menunjukkan peningkatan dari 9 satker WBK dan 1 WBBM pada 2024 menjadi 14 satker WBK dan 5 WBBM pada 2025, atau sekitar 40% tingkat keberhasilan, meningkat 20% dari tahun sebelumnya.
Dalam aspek kearsipan, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada Unit Kearsipan II Terbaik I, II, dan III setingkat eselon I, Unit Kearsipan III Terbaik tingkat satuan kerja, serta Unit Pengolah Terbaik setingkat eselon II. Penambahan kategori Unit Pengolah pada tahun ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kearsipan hingga level pelaksana, sebagai garda terdepan dalam penciptaan arsip.
Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Pengelolaan arsip di lingkungan Kemendikdasmen yang memiliki volume dokumen besar memerlukan sistem yang tertib, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengawasan kearsipan internal dilakukan secara berkala oleh tim Kemendikdasmen bersama ANRI, dengan penilaian yang mencakup penciptaan arsip, penggunaan dan layanan arsip, pemeliharaan, penyusutan, serta ketersediaan sarana prasarana dan kompetensi sumber daya manusia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unit kerja dan satuan kerja penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus ditingkatkan. “Capaian ini menunjukkan bahwa kerja bersama telah memberikan dampak signifikan. Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga refleksi untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ke depan penghargaan akan terus dikembangkan agar semakin mendorong peningkatan kualitas di seluruh unit utama dan UPT.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqa, S.T., M.Sc. Ia menilai capaian Kemendikdasmen mencerminkan kesungguhan dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dalam bidang pengadaan, pada tahun 2025 tercatat rencana pengadaan hampir Rp20 triliun dengan realisasi Rp8,32 triliun (42,23%), melalui e-purchasing sebesar Rp2,41 triliun dan e-tender sebesar Rp9,16 miliar. Sementara pada tahun 2026, rencana pengadaan mencapai hampir Rp16 triliun dengan realisasi awal sebesar Rp371,15 miliar (2,33%).
Lebih lanjut, Sarah menekankan bahwa peran Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) kini semakin strategis dan proaktif. Hal ini didukung oleh penguatan sumber daya manusia, dengan 87 dari 112 formasi Jabatan Fungsional PBJ telah terisi (77,68%), serta 319 dari 379 Pejabat Pembuat Komitmen (84,17%) telah bersertifikat kompetensi, dan 406 pegawai bersertifikat dasar PBJ. Capaian tersebut turut mendorong Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Kemendikdasmen mencapai 92,06, menunjukkan kinerja yang sangat baik dan kompetitif di tingkat kementerian.
Keberhasilan Biro Umum dan PBJ sebagai Terbaik I Unit Pengolah Arsip menjadi simbol penting bahwa pengelolaan arsip yang tertib, sistematis, dan modern merupakan fondasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang unggul. Lebih dari itu, capaian ini mencerminkan tumbuhnya budaya tertib arsip sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas kinerja dan memori kolektif organisasi.
Melalui penghargaan ini, diharapkan seluruh unit kerja di lingkungan Kemendikdasmen semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan serta memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. ( Tim IT), Instagram: @roumpbj_dikdasmen
Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa © 2026
Mohon maaf, saat ini kami sedang dalam pemeliharaan sistem. Untuk dukungan layanan, silakan menghubungi nomor alternatif [082113001911 Kontak]. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian Bapak/Ibu.
TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU
Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa © 2026